Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Januari 2010

Permainan Matematika Sulap: Pesona Angka 9 dan Urutan

Permainan Matematika Sulap: Pesona Angka 9 dan Urutan
Oktober 15, 2009 • & Komentar

Permainan matematika banyak mempesona siswa SD. Kenyataannya, tidak hanya anak SD yang terpesona dengan permainan sulap matematika. Siswa SMP, SMA, mahasiswa dan orang dewasa juga banyak terpesona dengan sulap permainan matematika.
“Al, coba kamu tulis angka 861 di selembar kertas,” kata Paman APIQ.
Paman APIQ melipat kertas itu dan menyerahkannya kepada Meti,
“Meti, kamu genggam erat-erat kertas ini ya…!”
“Geo, kamu suka angka berapa saja? Tiga angka yang berurutan?” tanya Paman APIQ.
“567,” jawab Geo.
Jika kita balik menjadi 765. Kurangkan dengan angka semula.
765
567
—- -
198
“Meti, sekarang kamu buka kertas yang kamu genggam itu.”
Meti membuka dan melihat tulisan
861
seperti yang ditulis Al.
“Tolong putar sedikit….”
861 diputar berubah menjadi
198
“Lho, kok bisa?”
Mereka terheran-heran.
Itulah kehebatan angka 9 dan bilangan berurut.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Minggu, 20 Desember 2009

Cara Membuat Lampion Balon

Bahan :

1.Cutter
2.Botol Bekas
3.Spidol

Cara membuat :

1. Siapkan 1 botol aqua bekas
2. Buat garis di pinggir botol dengan jarak 1 cm dengan menggunakan spidol
3. Kemudian cutter/gunting garis itu,tetapi potongan garis jangan sampai terputus dengan botol
4. Setelah itu tiup salah satu balon yang kamu pilih di dalam botol tersebut
5. Kemudian botol akan membesar karena tekanan dari balon
6. Setelah menjadi seperti lampion tutup botol tersebut dengan tutup botol
7.Jadilah lampion balon...........

Jumat, 13 November 2009

Algebric Form and Thier Operation

Key word:
Term = Suku
Like term = Suku sejenis
Unlike term = Suku tidak sejenis
Variable = Perubah atau pengganti
Coefficient = angka yang di ikuti variable (angka yang ada di depan huruf)
Constract = bilangan yang tidak ada variable atau bilangan tetap

Addition :
Example : In refrigerator have 3 bananas + 2 oranges + 5 apples
Suppose = bananas : b
= orange : o
= apple : a
So, 3b + 2o + 5a

Definition of Algebric Expressions
3 x a = a + a + a = 3a
5y + 3 = two term (binominal)



5 is a coefficient
Y is a variable
3 is a constant

2a + 3b – 2c
Ex: Determine the coefficient of x and the number of term ineach of the following algebric expressions.
2x^2 – x + 6 = three
Coefficient of x is 1 and the number of term = three terms (trinominal)

Definiton of Like and Unlike Terms
Ex: Find out like terms of 2p^2 – 5p - 6p^2 + 4pq – 8p
The answer: The like terms in 2p^2 - 5p - 6p^2 + 4pq – 8p
- 2p^2and - 2 p^2
- 5p and -8p
Multiplying, exponentiating and dividing monomials
Multplication
Ex: 10 x b = 10b
A x (-2) = -2a
M x (-3n) = -3mn
Exponentiations
Ex: find the power of each of the following algebric exponentions
(-4a)2 = (-4a) x(-4a)=16a2
–(3b)2 =[(3b)x (3b)]
=-(qb2)
=-qb2
(2x2)3 =(2x2)x(2x2)x(2x2)=8 x 6

Habis di Bagi !

Matematika : Ciri-ciri Bilangan Habis Dibagi.
 Ciri Bilangan Habis Di Bagi 2.
Jika angka terakhir dari bilangan itu adalah nol atau bilangan genap.
 Ciri Bilangan Habis Di Bagi 3.
Jika jumlah angka-angka itu dari bilangan itu habis di bagi 3.
 Ciri Bilangan Habis Di Bagi 4.
Jika dua angka terakhirnya 00.
Jika dua angka terakhir habis di bagi 4.
 Ciri Bilangan Habis Di Bagi 5.
Jika angka terakhir 0 atau 5.
 Ciri Bilangan Habis Di Bagi 6.
Jika angka terakhirnya genap atau nol.
Jumlah angka-angka yang membentuk bilangan itu habis di bagi 3.
 Ciri Bilangan Habis Di Bagi 7.
Tidak ada ciri khusus.
 Ciri Bilangan Habis Di Bagi 8.
Jika tiga angka terakhirnya 000 .
Jika tiga angka terakhirnya habis di bagi 8.
 Ciri Bilangan Habis Di Bagi 9.
Jika jumlah angka-angka yang membentuk bilangan itu habis di bagi 9.
Source : Mahir Matematika, Johanes S
PT.Kendi Mas Media.

Sejarah

Kehidupan Masa Praaksara di Indonesia

A. Asal Usul Manusia Indonesia
Umur bumi bisa di bagi menjadi beberapa zaman. Zaman Palaeozoikum, mesozoikum, dan neozoikum. Manusia diperkirakan mulai menghuni bumi pada zaman neozoikum masa kuarter. Para ahli perlahan-lahan berhasil menyingkap tabir perkembangan manusia. Sehingga lahirlah beragam pendapat dan teori tentang asal usul manusia.

1. Penemuan Manusia Indonesia

Di dunia ini lokasi yang di duga pernah menjadi tempat tinggal manusia purba, tidak lebih dari sepuluh buah. Fosil manusia pertama kali ditemukan di daerah Trinil, Ngawi, Jawa Timur pada tahun 1890-an. Peneliti yang menemukan adalah Eugene Dubois. Fosil ini di beri nama Pithecanthropus Erectus yang berarti manusia kera yang berjalan tegak.
Penemuan Fosil manusia purba di Indonesia yang paling akhir adalah tahun 2003. Penemuan ini menimbulkan perdebatan di kalangan para ahli, karena pendapat dua ahli dari Australia yang menyebutkan bahwa Homo Floresiensis adalah nenek moyang bangsa Indonesia. Padahal, menurut para ahli Indonesia fosil itu adalah termasuk jenis Homo erectus yang menjadi kerdil karena terisolasi di suatu daerah. Para ahli menyimpulkan bahwa manusia yang hidup di alam Indonesia diperkirakan berasal dari zaman pleistosen awal kira-kira 1,9 juta tahun yang lalu.

2. Kehidupan Manusia Awal di Indonesia

a. Meneliti Peralatan yang Pernah Dipakai.
Kebanyakan peralatan yang pernah mereka pakai ini di gunakan untuk memotong hewan buruan, membuat perapian, dan membuat peralatan lain.
b. Meneliti Sisa-sisa Fosil Makanan
Seperti yang terdapat di dalam Goa Liang Bua, Flores, NTT. Beragam fosil gajah dan kerbau purba dijadikan petunjuk bahwa manusia purba sudah mengenal model berburu binatang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

B. Perkembangan Masyarakat Indonesia pada Masa Awal
Menurut para ahli, volume otak mereka masih terlampau kecil sehingga mengalami keterbatasan di dalam menemukan cara untuk mengatasi kesulitan hidupnya. Sisa artefak yang berhasil ditemukan berupa alat-alat kapak batu di Pacitan diperkirakan berasal dari masa 800.000 tahun yang lalu. Lalu, yang menyebabkan punahnya Homo erectus karena keterbatasan mereka dalam menggunakan strategi hidup. Penduduk asli pulau Jawa atau yang dikenal dengan Homo sapiens mungkin mirip suku Aborigin yang berasal dari Indonesia 40.000 tahun yang lalu.
1. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Sederhana
a. Corak Kehidupan Masyarakat
Tahap berburu dan meramu tingkat awal berlangsung sejak 2 juta sampai 10.000 tahun yang lalu. Manusia yang hidup di zaman itu adalah Homo erectus dan Homo sapiens. Anggota tiap kelompok manusia ini berjumlah 20-30 orang.
a. Peralatan Manusia Purba
1. Alat Budaya Pacitan
Alat budaya Pacitan yang berasal dari batu ada dua, yaitu :
a). Tradisi Batu Inti
b). Tradisi Batu Serpih atau Flakes
2. Alat Budaya Ngandong
Alat budaya Ngandong dibuat dari tanduk, tulang, dan duri ikan.
2. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Lanjut
a. Corak Masyarakat
Manusia purba yang hidup pada tingkat berburu dan meramu tingkat lanjut tetap memilih tinggal di gua-gua alam serta gua payung (abris sous roche). Dan mereka sudah mulai mengenal kepercayaan tentang hidup setelah mati dan kesenian. Hal ini terlihat dari aktivitas berikut :
1. Mengubur Mayat
Pada umumnya mayat di kubur dengan posisi jongkok, tangan terlipat di bawah dagu/di depan perut, disertai bekal kubur berupa perhiasan kulit kerang. Bahkan ada beberapa kerangka yang diberi hematit (bahan pewarna dari oker)
2. Membuat Lukisan pada Dinding Gua Tempat Tinggalnya
b. Alat
1. Alat Budaya Kyokkenmodinger (dari batu)
a). Kapak Sumatra
b). Batu Pipisan
2. Alat-alat Budaya Abris Sous Roche
a). Serpih bilah berupa pisau dan gurdi dari batu
b). Alat-alat tulang berupa belati, sudip, mata kail, dan penusuk.

3. Masa Bercocok Tanam

Masa pleistosen berakhir, berganti dengan masa holosen. Berburu sudah tidak dapat lagi digunakan sebagai mata pencaharian pokok. Oleh karena itu, mereka berusaha menghasilkan makanan sendiri. Usahanya yaitu dengan membudidayakan tanaman dan ternak.
a. Corak Masyarakat
Memasuki 1500 SM, Kepulauan Nusantara menerima kedatangan imigrasi jenis manusia Malayan mongoloid atau disebut juga Melayu Austronesia yang berasal dari Yunan (Cina Selatan). Mereka memasuki Indonesia melalui 2 jalur yaitu :
1. Jalur Selatan
Yunan-Thailand-Malaysia-Sumatara-Jawa-Bali-Lombok-Flores-Sulawesi Selatan
2. Jalur Utara
Yunan-Vietnam-Taiwan-Maluku-Sulawesi Utara/Papua
Bangsa Melayu Austronesia datang dengan membawa kepandaian bercocok tanam, saat itu mulai terlihat peran para pemimpin (primus interpares/yang utama dari sesamanya), yaitu Ketua Suku/Ratu/Datuk.
1. Ratu/Datuk
Arti kata Ratu/Datu(k) adalah yang terhormat/yang terhormat/yang patut dihormati karena kepemimpinannya, kecakapannya, kesetiaannya, dan pengalamannya.
2. Gerabah
Gerabah dibuat dari bahan tanah liat bercampur pasir. Teknologinya masih sederhana, dengan teknik tangan di kombinasi tehnik tatap sehingga hasilnya masih kasar dan tebal.
3. Anyam-anyaman
4. Pakaian
5. Perahu/Teknik Membuat Perahu.
Teknik pembuatan perahu masih sederhana. Pembuatan perahu menggunakan bahan sebatang pohon. Meski tidak semua pohon bisa di buat perahu.
Saat itu sudah dikenal perdagangan dengan system barter atau tukar-menukar. Besar kecilnya nilai barang pengganti ditentukan dan disepakati bersama. Kuat dugaan bahwa pada saat itu sudah di kenal alat penukar berupa kulit kerang yang indah.
b. Kepercayaan
Ada 2 macam cara penguburan yaitu :
1. Penguburan langsung
2. Penguburan tidak langsung
Caranya, yaitu mula-mula mayat di kubur tanpa upacara, setelah diperkirakan sudah menjadi kerangka, mayat itu di gali lagi. Kerangka dicuci, kadang-kadang diberi hematit pada bagian persendiannya. Kemudian, kerangka tersebut di letakkan di dalam tempayan atau sarkofagus, kadang-kadang kerangka tersebut tidak diberi wadah. Setelah itu, kerangka tersebut di kubur lagi disertai upacara penguburan.
c. Bangunan-bangunan Megalith
Kata Megalith berasal dari bahasa Yunani. Mega=besar dan lithos=batu. Bangunan Megalith ini mulai dibangun pada masa bercocok tanam dan berlanjut sampai dengan masa perundagian. Contoh bangunan Megalith adalah sebagai berikut :
1. Punden Berundak
2. Menhir
3. Dolmen
4. Sarkofagus
5. Kubur Batu
6. Arca Batu
7. Waruga
d. Alat
Alat-alatnya masih menggunakan bahan batu dan kayu. Namun, kemudian juga di kenal bahan dari tanah liat. Jenis alat yang di pergunakan pada masa bercocok tanam dan berternak sebagai berikut
1. Kapak Persegi
2. Kapak Lonjong
3. Mata Panah
4. Gurdi dan Pisau
5. Perhiasan
6. Gerabah

4. Masa Perundagian

Pada masa perundagian (undagi=tukang), manusia purba sudah mengenal bijih logam. Teknologi logam kuno yang terdapat di Indonesia dipengaruhi oleh Vietnam. Hasil teknologi ini dikenal dengan Budaya Dong Son. Selain itu, Thailand juga merupakan Negara asal teknologi logam kuno.
a. Corak Kehidupan Masyarakat
Pada saat berlangsungnya proses pembauran antara pendatang Melayu Austronesia dari Yunan Selatan dengan Australomelanesid pada sekitar tahun 300 SM, tibalah Gelombang II emigrant Melayu Austronesia yang berasal dari Dong Son (Vietnam sekarang). Kebudayaan bangsa Melayu Austronesia Gelombang II setingkat lebih maju dari bangsa Melayu Austronesia Gelombang I. Mereka telah bisa :
1. Teknologi pertanian basah.
2. Teknologi metalrugi/pengecoran logam
b. Alat
Pada masa perundagian telah dikenal bahan untuk membuat barang berupa logam. Ada beberapa teknologi untuk membuat barang dari logam yaitu tehnik tempa, cetak lilin, dan setangkup/cetak ulang.
c. Jenis Barang/Alat Peninggalannya
Jenis-jenis barang atau alat yang menjadi peninggalan dari masa perundagian terbuat dari perunggu, besi, dan tanah liat.
1. Bahan Perunggu
a). Nekara
b). Kapak Corong
c). Arca Perunggu
d). Bejana Perunggu
e). Perhiasan
f). Senjata
2. Bahan Besi
Barang-barang yang terbuat dari besi berupa mata alat tenun, pisau sabit, tembilang, pedang, dan tombak.
3. Bahan Tanah Liat
Pada zaman perundagian, teknik pembuatan barang-barang dari tanah liat (Gerabah) telah lebih maju jika di bandingkan dengan pembuatan pada zaman bercocok tanam.

Biologi

mengamati objek dgn mikroskop
Kegiatan 1:

Mengamati Objek dengan Mikroskop

Tujuan Praktikum : Latihan pengamatan objek dengan menggunakan mikroskop
Alat dan Bahan :
Ø Mikroskop
Ø Gelas benda
Ø Kaca penutup
Ø Benda atau makhluk hidup misalnya rambut, semut atau potongan kertas
• Hipotesis
Mikroskop mampu memperbesar benda-benda yang sangat kecil agar terlihat oleh kita
• Langkah Kerja
A Menyiapkan Mikroskop
1. Bersihkan dan keringkan tangan terlebih dahulu
2. Ambil mikroskop dari kotak penyimpanan dengan cara memegang lengan mikroskop dengan tangan kanan sedangkan tangan kiri menyangga bagian dasar mikroskop
3. Letakkan mikroskop di atas meja yang datar dengan bagian lengan mikroskop berada di depan kita. Bila dibutuhkan, miringkan tidak lebih dari 300.
4. Periksa dahulu apakah semua bagian-bagiannya lengkap ( apakah ada bagian yang lepas, longgar atau pecah ).

B. Mengatur Penyinaran atau Cahaya
1. Putar revoler atau pengatur fokus hingga terdengar “klik” agar lensa objektif yang paling lemah (4x) tepat berada di tengah meja benda.
2. Naikkan kondesor sampai batas atas.
3. Buka diafragma semaksimal mungkin.
4. Turunkan tabung dengan memutar pengatur makrometer sampai batas terbawah.
5. Arahkan cermin ke arah datangnya cahaya. Jika dilihat dari samping, di tengah meja benda terdapat bulatan cahaya tepat di kondesor. Jika dilihat dari lensa okuler akan tampak bidang pandang (bidang optik) seterang sumber cahaya.


C. Mengatur Lensa Objektif untuk Mengamati Objek
1. Ambil benda yang akan diamati.
2. Jepit benda tersebut dengan menggunakan penjepit.
3. Aturlah perbesarannya. Mulai dari perbesaraan yang paling lemah. Atur pengatur fokus atau revoler sehingga tampak benda yantg diamati. Pada saat mengatur fokus jangan sampai lensa objektif menekan gelas benda. Hal tersbut dapat memecahkan gelas benda, bahkan lensa itu sendiri.

• Hasil Pengamatan:
Bagian-bagian dari mikroskop dan fungsinya:
- Lensa Okuler, untuk memperbesar gambar objek dari lensa objektif sehingga terlihat oleh mata
- Lensa objektif, untuk memperbesar objek agar terlihat oleh lensa okuler
- Pengatur fokus (revoler), untuk mengatur fokus bayangan benda agar terlihat lebih jelas
- Pemutar lensa objektif, untuk mengatur lensa objektif yang akan dipakai
- Penjepit gelas benda, untuk menjepit gelas benda agar tak mudah bergeser saat pengamatan
- Meja benda, untuk meletakkan objek pengamatan
- Diafragma, untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk
- Cermin, untuk memantulkan cahaya yang diarahkan ke objek pengamatan
• Pembahasan
Mikroskop dapat membantu kita melihat benda-benda yang sangat kecil sehingga dapat terlihat oleh kita, itulah fungsi utamanya. Mikroskop cahaya dan mikroskop elektron memiliki manfaat yang sangat penting. Mikroskop telah digunakan dalam bidang kedokteran, ilmu forensik ( untuk menyelidiki sidik jari ), geologi ( untuk meneliti batuan ), industri ( untuk menguji ketahanan suatu benda ), serta dalam bidang makanan dan lingkungan (untuk menyelidiki bakteri beracun dalam makanan).



•




Kesimpulan
1. Mikroskop dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
a. Bagian Optik terdiri atas:
- Cermin datar dan cermin cekung
- Kondesor
- Diafragma
- Lensa Okuler
- Lensa Objektif
b. Bagian Mekanik terdiri atas:
- Corong mata
- Statip/ tangkai/ lengan
- Tabung
- Revolver/ pengatur fokus
- Alas/ Kaki
- Penjepit/ klep
- Sekrup penggeser objek
- Pengatur makrometer
- Pengatur mikrometer
- Pengatur kondesor
- Meja benda

• Daftar Pustaka
o IPA Biologi SMP dan MTS jilid 1 untuk kelas VII, kurikulum KTSP, penerbit Esis, pengarang Saktiyono.
o Seri Evaluasi Terpadu Sains Biologi kelas VII semester 1, kurikulum 2004, karangan Dra. Rugun Tampubolon dan Dra. Kusumastuti, M. Biomed

Kegiatan 2:

Membuat Sayatan Melintang dan Membujur
6 Agustus 2007

Tujuan Praktikum : Latihan membuat sayatan melintang dan membujur

Alat dan Bahan :
o Batang bayam
o Bawang merah
o Mikroskop
o Gelas benda
o Kaca penutup
o Silet tajam
o Cawan kecil berisi air
o Kuas kecil
o Pipet tetes

Hipotesis:
- Semakin tipis irisan bayam dan bawang merah, semakin terlihat jelas sel-selnya.
- Tiga jenis sayatan berbeda yang kita buat, memperlihatkan bentuk sel yang berbeda

Langkah Kerja
1. Siapkan batang bayam dengan panjang kira-kira 6 cm.
2. Sayatlah batang melintang dan juga membujur dengan silet yang tajam. Jangan lupa sayatlah setipis mungkin.
3. Kupas pula bawang merah dari kulit kerasnya. Sayatlah bagian terluar pada bawang merah tersebut yang berwarna keunguan.
4. Masukkan sayatan-sayatan tersebut ke dalam cawan yang berisi air.
5. Siapkan mikroskop yang akan digunakan untuk mengamati batang bayam & bawang merah.
6. Ambil sayatan yang tertipis untuk setiap bahan (sayatan bayam melintang juga membujur & sayatan bawang merah) dengan kuas kecil. Letakkan di atas gelas benda secara bergiliran.
7. Teteskan satu tetes air ke atas sayatan dengan pipet tetes. Tutup dengan kaca penutup dan jangan sampai ada gelembung udara di dalamnya. Setelah itu letakkan di meja benda dan jepitlah dengan penjepit.
8. Atur cermin dan fokus mikroskop sehingga memperoleh lingkaran yang terang.
9. Amati sayatan di bawah mikroskop secara bergiliran.

Kamis, 12 November 2009

Pantun Panjangnya

Sirih berlipat sirih pinang
Sirih dari Pulau Mutiara
Pemanis kata selamat datang
Awal Bismillah pembuka bicara
**********
Tetak buluh panjang suluh
Mari jolok sarang penyengat
Angkat doa jari sepuluh
Doa minta biar selamat
**********
Tuailah padi antara masak
Esok jangan layu-layuan
Intailah kami antara nampak
Esok jangan rindu-rinduan
**********
Hendak dulang diberi dulang
Dulang berisi sagu mentah
Hendak pulang ku beri pulang
Tinggalkan pantun barang sepatah
**********
Lancang kuning lancang pusaka
Nampak dari Tanjung Puan
Kalau kering laut Melaka
Barulah saya lupakan tuan
**********
Asam kandis mari dihiris
Manis sekali rasa isinya
Dilihat manis dipandang manis
Lebih manis hati budinya
**********
Ayam hutan terbang ke hutan
Tali tersangkut pagar berduri
Adik bukan saudara bukan
Hati tersangkut kerana budi
**********
Ayam rintik di pinggir hutan
Nampak dari tepi telaga
Nama yang baik jadi ingatan
Seribu tahun terkenang juga
**********
Bila memandang ke muka laut
Nampak sampan mudik ke hulu
Bila terkenang mulut menyebut
Budi yang baik ingat selalu
**********
Burung Serindit terbang melayang
Mari hinggap di ranting mati
Bukan ringgit dipandang orang
Budi bahasa rangkaian hati
**********
Bukan lebah sebarang lebah
Lebah bersarang di pohon kayu
Bukan sembah sebarang sembah
Sembah adat pusaka Melayu
**********
Bukan lebah sebarang lebah
Lebah bersarang di rumpun buluh
Bukan sembah sebarang sembah
Sembah menyusun jari sepuluh
**********
Laksamana berempat di atas pentas
Cukup berlima dengan gurunya
Bagaikan dakwat dengan kertas
Sudah berjumpa dengan jodohnya
**********
Membeli papan di tengah pekan
Papan kecil dibuat tangkal
Mengapa umpan ikan tak makan
Adakah kail panjang sejengkal
**********
Rumah limas anjung Selatan
Bunga kemuning tumbuh di laman
Tangkainya emas bunganya intan
Bolehkah ranting hamba patahkan
**********
Tumbuh betik di tepi laman
Pokok berangan pokok teruntum
Sungguh cantik bunga di taman
Bolehkah gerangan petik sekuntum
**********
Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang
**********
Baik-baik menanam selasih
Jangan menimpa sipohon sena
Baik-baik memilih kekasih
Jangan sampai badan merana
**********
Baik-baik mengail tenggiri
Takut terkena siikan parang
Baik-baik merendah diri
Jangan menjadi hamba orang
**********
Bintang tujuh sinar berseri
Bulan purnama datang menerpa
Ajaran guru hendak dicari
Mana yang dapat janganlah lupa
**********
Buah mangga melendur tinggi
Buah kuini berangkai tiga
Hidup kita tidur dan mati
Sudah mati baru terjaga
**********
Buat bangsal di Pulau Daik
Menahan taut sambil mengilau
Kalau asal benih yang baik
Jatuh ke laut menjadi pulau
**********
Budak-budak bermain tombak
Tombak diikat dengan rantai
Kalau takut dilambung ombak
Jangan berumah di tepi pantai
**********
Halia ini tanam-tanaman
Ke barat juga akan condongnya
Dunia ini pinjam-pinjaman
Akhirat juga akan sungguhnya
**********

Hari panas mencucuk benang
Benang menjahit baju kebaya
Air jernih lubuknya tenang
Jangan disangka tiada buaya
**********
Kalau tahu peria tu pahit
Tidak ku gulai dengan petola
Kalau tahu bercinta tu sakit
Tidak ku mulai dari semula
**********
Kalau tuan pergi ke Kelang
Belikan saya semangkuk rojak
Jangan diturut resmi kiambang
Sungguhpun hijau akar tak jejak
**********
Pisang kelat digonggong helang
Jatuh ke lubuk di Indragiri
Jika berdagang di rantau orang
Baik-baik menjaga diri
**********
Asap api embun berderai
Patah galah haluan perahu
Niat hati tak mahu bercerai
Kehendak Allah siapa yang tahu
**********
Air dalam bertambah dalam
Hujan di hulu belumlah teduh
Hati dendam bertambah dendam
Dendam dahulu belumlah sembuh
**********
Anak punai anak merbah
Hinggap ditonggak mencari sarang
Anak sungai lagikan berubah
Inikan pula hati orang
**********
Apa guna pasang pelita
Jika tidak dengan sumbunya
Apa guna bermain kata
Kalau tidak dengan sungguhnya
**********
Buah kuini jatuh tercampak
Jatuh menimpa bunga selasih
Biar bertahun dilambung ombak
Tidak ku lupa pada yang kasih
**********
Kajang tuan kajang berlipat
Kajang hamba mengkuang layu
Dagang tuan dagang bertempat
Dagang hamba terbuang lalu
**********
Buah jambu disangka kandis
Kandis ada di dalam cawan
Gula madu disangka manis
manis lagi senyuman tuan
**********
Dari Arab turun ke Aceh
Naik ke Jawa berkebun serai
Apa diharap pada yang kasih
Badan dan nyawa lagi bercerai
**********
Bunga Melati terapung-apung
Bunga rampai di dalam puan
Rindu hati tidak tertanggung
Bilakah dapat berjumpa tuan
**********
Burung Merak terbang ke laut
Sampai ke laut mengangkut sarang
Sedangkan bah kapal tak hanyut
Inikan pula kemarau panjang
**********
Bunga Melur kembang sekaki
Mari dibungkus dengan kertas
Di dalam telur lagi dinanti
Inikan pula sudah menetas
**********
Dalam perlak ada kebun
Dalam kebun ada tanaman
Dalam gelak ada pantun
Dalam pantun ada mainan
**********
Dari Jawa ke Bengkahulu
Membeli keris di Inderagiri
Kawan ketawa ramai selalu
Kawan menangis seorang diri
**********
Dari teluk pergi pangkalan
Bermain di bawah pohon kepayang
Saya umpama habuk di papan
Ditiup angin terbang melayang
**********
Daun selalsih di Teluk Dalam
Batang kapas Lubuk Tempurung
Saya umpama si burung balam
Mata terlepas badan terkurung
**********
Orang Melayu naik perahu
Sedang berdayung hujan gerimis
Hancur hatiku abang tak tahu
Mulut tertawa hati menangis
**********
Orang tani mengambil nipah
Hendak dibawa ke Indragiri
Seluruh alam ku cari sudah
Belum bersua pilihan hati
**********
Pasir putih di pinggir kali
Pekan menyabung ayam berlaga
Kasih tak boleh dijual beli
Bukannya benda buat berniaga
**********
Ribu-ribu pokok mengkudu
Cincin permata jatuh ke ruang
Kalau rindu sebut namaku
Airmata mu jangan dibuang
**********
Kalau roboh kota Melaka
Sayang selasih di dalam puan
Kalau sungguh bagai dikata
Rasa nak mati di pangkuan tuan
**********
Limau purut lebat di pangkal
Batang mengkudu condong uratnya
Hujan ribut dapat ditangkal
Hati yang rindu apa ubatnya
**********
Kalau menyanyi perlahan-lahan
Dibawa angin terdengar jauh
Rindu di hati tidak tertahan
Di dalam air badan berpeluh
**********
Ku sangka nanas atas permatang
Rupanya durian tajam berduri
Ku sangka panas hingga ke petang
Rupanya hujan di tengahari
**********
Kayuh perahu sampai seberang
Singgah bermalam di kampung hulu
Bukan tak tahu dunia sekarang
Gaharu dibakar kemenyan berbau
**********
lembing atas tangga
perisai atas busut
kening atas mata
misai atas mulut
**********
anak ikan dipanggang sahaja
hendak dipindang tidak berkunyit
anak orang dipandang sahaja
hendak dipinang tiada berduit
**********
saya tak hendak berlesung pauh
lesung pauh membuang padi
saya tak hendak bersahabat jauh
sahabat jauh merisau hati
**********
burung serindit terbang melayang
singgah dihinggap di ranting mati
duit ringgit dipandang orang
jarang dipandang bahasa budi
**********
batu sangkar batu berpahat
terpahat nama raja bestari
makanan arif, kias ibarat
pantun seloka, ulam jauhari
**********
daun durian jatuh tercampak
lopak-lopak isi selasih
tujuh tahun dilambung ombak
tiada kulupa hati yang kasih
**********
Anak Cik Siti mencari tuba
Tuba dicari di Tanjung Jati
Di dalam hati tidakkan lupa
Bagai rambut tersimpul mati
**********
Limau purut di luar pagar
Rimbun putik dengan bunganya
Hujan ribut padang terbakar
Embun setitik padam apinya
**********
Puas saya bertanam ubi
Nanas jugak dipandang orang
Puas saya menabur budi
Emas juga dipandang orang
**********
Tenang-tenang air di laut
Sampan kolek mudik ke tanjung
Hati terkenang mulut menyebut
rindu kini tiada penghujung
***********
Tinggi-tinggi pohon jati
Tempat bermain simanja sayang
Sungguh tinggi harga budi
Budi dibalas kasih dan sayang
**********
Bunga Tanjung kembang semalam
Pohon tinggi tidak berduri
Gelombang besar di laut dalam
Kerana Tuan saya kemari
**********
Burung merpati terbang seribu
Hinggap seekor di tengah laman
Hendak mati di hujung kuku
Hendak berkubur di tapak tangan
**********
Dari mana hendak ke mana
Tinggi rumput dari padi
Hari mana bulan mana
Dapat kita berjumpa lagi
**********
Padi ini semumba-mumba
Daun kurma daun cempedak
Macam mana hati tak hiba
Entah bertemu entah tidak
**********
Permata jatuh ke rumput
Jatuh ke rumput berbilang-bilang
Dari mata tidakkan luput
Dalam hati tidakkan hilang
**********
Akar keladi melilit selasih
Selasih tumbuh di hujung taman
Kalungan budi jujungan kasih
Mesra kenangan sepanjang zaman
**********
Ayam rintik di pinggir hutan
Nampak dari tepi telaga
Nama yang baik jadi ingatan
Seribu tahun terkenang juga
**********
Anak beruk di tepi pantai
Pandai melompat pandai berlari
Biar buruk kain dipakai
Asal hidup pandai berbudi
**********
Kiri jalan kanan pun jalan
Tengah-tengah pohon mengkudu
Kirim jangan pesan pun jangan
Sama-sama menanggung rindu
**********
Mendung si mega mendung
Mendung datang dari utara
Jangan selalu duduk termenung
Kalau termenung badan merana
**********
Pohon mengkudu tumbuhnya rapat
Rapat lagi pohon jati
Kawan beribu mudah didapat
Sahabat setia payah dicari
**********
Pokok terap tumbuh di bukit
Belat berbanjar panjang ke hulu
Jangan diharap guruh di langit
Kilat memancar hujan tak lalu
**********
Sampan kotak hilir mudik
Dayung patah galah sebatang
Ikhtiar tidak datang menggolek
Akal tidak datang melayang
**********
Siti Wan Kembang perintah Kelantan
Nama termasyhur zaman dahulu
Baik-baik memilih intan
Takut terkena kaca dan batu
**********
Buah langsat kuning mencelah
Senduduk tidak berbunga lagi
Sudah dapat gading bertuah
Tanduk tidak berguna lagi
**********
Dua paya satu perigi
Seekor bujuk anak haruan
Tuan di sana saya di sini
Bagai pungguk rindukan bulan
**********
Gesek rebab petik kecapi
Burung tempua membuat sarang
Apa sebab jadi begini
Karam berdua basah seorang ?
**********
Hendak gugur gugurlah nangka
Jangan menimpa putik pauh
Hendak tidur tidurlah mata
Jangan mengenang si dia yang jauh
**********
Kain batik negeri seberang
Dipakai anak Tanah Melayu
Apa ertinya kasih dan sayang
Kalaulah abang berjanji palsu
**********
Pantai Cendering pasirnya putih
Anak dagang berulang mandi
Apa disesal orang tak kasih
Sudah suratan diri sendiri
**********
Disana pauh di sini pun pauh
Daun mengkudu ditandungkan
Adinda jauh kekanda jauh
Kalau rindu sama tanggungkan
**********
Pulau Tinggi terendak Cina
Nampak dari Pulau Sibu
Abang pergi janganlah lama
Tidak kuasa menanggung rindu
**********
Putik pauh delima batu
Anak sembilang di tapak tangan
Tuan jauh di negri satu
Hilang di mata di hati jangan